Harga diri POLISI = Rp 30.000,-

Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. yah nasib saya mungkin seperti itu,setiap hari saya berdo’a “Semoga saja tidak di tilang” tapi takdir berkata lain. hari ini saat pulang kuliah,saya sampaek terlalu yakin kalau hari ini tidak bakal ada razia. eh ternyata para polisi lalu lintas bersembunyi seperti ninja. alhasil,saya kena juga. udah tidak bawa SIM,uang ngepress. apalagi ini adalah pengalaman saya di tilang pertama kali. sebenearnya saya salah juga sih,saya melanggar rambu-rambu lalu lintas . apalagi langit mendung, harus jaga gerai siang soalnya ntar malam ada buka baren bersama Teman saat SMK dulu. setelah terawih juga ada latihan Nasyid buat lomba di festival RAmadhan jawapos.  akhir nya dengan terpaksa, saya langgar rambu-rambu . saya pikir” halah,nggak ada polisi kan?” (jangan di tiru,adegan ini sangat membahayakan diri anda) eh tak tahunya polisi itba-tiba nongol dan emenyambut saya dengan wakjah yang tidak mengenakan. seandainya pak polisi menyambut saya dengan ramah dan senyuman. hmm,suatu kehormatan bagi saya hehehe apalagi bulan puasa RAmadhan . pahalanya pasti gede tuh.

“Berheti mas, KTP,SIM,STNK” tangannya menodong dengan sadis ya lebih baik lah dari pada pengemis.

“Ya Pak” hati ku deg-deg ser gak punya SIM,uang ngepress dan saya di bawa ke pengadilan di tempat(warung kosong).tidak ahanya sayha sihmada rpuluhan orang yang bernasib sama seperti saya, alasannya sama, yaitu menerobos jalur terlarang. tapi setiap hari orang0-orang melanggarnya yah jadi tak tiru deh. soalnya lebih cepat dan ionstant(jgn di tiru)

“Pilih mana,sidang di tempat atau pengadilan. saya sudah membantu anda kalau di pengadilan 500.000, kalau disini, Rp.51.000 . namanya juga orang asli indonesia, pasti pilih yang murah kan? seandainya saya punya u ang, Insya’ Allah saya pilih di pengadilan tapi ya beginilah kalau tidak tenang dan buru-buru :-).

“WAh uang saya tida puluh ribu pak” eits, ini bukan alasan lho,beneran kalau saya punya tiga puluh ribu doang. uangnya untuk buka bersama nanti,

“Wah nggak bisa mas”

“Gimana pak, kalau saya pulang dulu”

“Butuh berapa menit?”

“Dua pulu menitan lah pak. ”

“NGgak bisa”

“Memangnya berapa menit pak?”

“Lima me nit” ih sinis sekali tuh polisi, disengaja atau tidak,saya tak tahu tapi saya benar-benar grogi full deh. akhirnya saya punya ide untuk menggadaikan Hape saya hehehe tapi uangnya keburu di ambil duluan.

“Lho” jeritku dalam hati.

“Tanda tangan disini” akhirnya ku turuti omongan pak polisi dam akhirnya saya bebas danmerdeka. semangat 17 agustus ternyata masih tersisa hehehehe. akhirnya saya bisa membeli harga diri pak polisi dengan harga yang spektakuler Rp.30.000,- hari gini,siap sih yang tak mau ddukit? sehari menilang lima puluh orang di kalikan tiga pulu ribu, lumayan kan?

hmm,pantesan orang yang koruptor kelas kakap di penjawa hanya beberapa tahun. eh yang nyuri semangka seharga dua puluh ribuan saja di penjara.

Uang memang menguasai manusia.

Iklan

5 thoughts on “Harga diri POLISI = Rp 30.000,-

    • waduh,iyo akh .
      apalagi sepedane dari pak Tri. untng saja 30 ribu bisa menaklukan kewibawaan polisi hehehe. itu pas ane pualng dari mahad akh. eh nggak tahunya polisine main petak umpet dan kena deh ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s