Sebuah pelajaran untuk ku

Tepatnya tangal 07 oktober 2010, di daerah surabaya mendungnya cukup merata. tapi alhamdulillah,hujannya tak begitu deras. waktu itu saya berencana silaturahim ke rumah bu Sinta Yudisia tapi karena mendung,terkadang niat untuk menunda-nunda itu lahir dalam hati. apalagi langit sangat gelap dan membuat saya takut untuk bersepeda lebih jauh lagi. bahkan saya sampai nyasar di medokan sawah . waduh akhirnya kembali ke lokasi awal dan memulai perjalaan. dalam hati,saya berdoa semoga tidak hujan. beberap saat kemudian saya mendengar adzan ashar. lalu saya mencar-cari masjid. karena daerah sana masih belum saya kuasai,saya nyasar bolak-balik. dan akhirnya ketemulah masjid. keliahtannya say a pernah kesitu. dan setelah di ingat-ingat eh itu masjid waktu kita sholat bareng di acara festival ramadhan jawapos. alhamdulillah

Setelah sholat,saya langsung cari tempat berteduh meski hujan tidak deras tapi tetesan air itu membuat tubuh lumayan basah. jam 15.30 saya masih mencar-cari alamat. dan alhamdulillah jam 16.00 saya bisa sampai di rumah bu sinta yudisia. saya tak menyangka jika rumah itu sudah saya lewati sebelumnya hehehe. singkat cerita, saya pulang dari sana sekitar puul 18,20 an. alhamdulillah dapat pinjaman jas hujan.

belum sampai seperempat perjalanan, ban saya bocor. saya pun deg-degan,kemudian saya cek eh ternyata tida begitu parah. mungkin sekali pompa, setidaknya bisa sampai rumah. padahal kurang 18 kilometer lagi hehehe . setelah di pompa,alhamdulilah perjalanan sangat lancar tanpa hambatan. tapi masalah selalu ada lagi .

saat berada di jalan by pass juanda. ban kempes lagi. kalau ada tukang tambal ban sih lumayan, tapi kaliini benar-benar sepi. mau tidak mau ya sepeda itu saya tuntun. lalu tiba-tiba ada motor yang lumayan ngebut melitasi gndukan pasir. ya aneh juga sih,kenapa ngebut segala. di sekitar pasir pastinya licin. beberapa saat kemudian, motor yang di tumpangi 4 orang itu jatuh. saya pun tak bisa berbuat apa-apa karena jaraknya itu cukup jauh. lalu langkah kupercepat dan disana memang sangat sepi. alhamdulillah ada orang yang ada di depan. saat ku mendekat, jantung saya hampir mau copot. deg-deg ser tak karuan. anak yang di bonceng di depan itu menangis kencang. aku tak tahu kenapa karena aku hanya melihat muka bagian kanan lalu saat anak itu menoleh. aku langsung ngeri. wajah kirinya hancur tak terkenali. darahnya menetes kemana-mana sang ibu hanya menagisi anaknya “anakku…anakku..” sang bapak juga demikian. aku tak bisa berbuat apa-apa bahkan bergerak pun tak bisa. orang-orang hanya bisa melihat. lalu sang bapak berpikir cepat dan membawa anak itu, wajah anaknya yang selalu kuingat itu membuatku ngeri. bagian mata agak robek,aku tak begitu jelas melihatnya karena darahn mewarnai wajah ana kitu. tetesan darah itu masih membekas di jalanan. ya Allah, kenapa pemandangan ini harus kulihat? jujur saja,saya paling ngeri kalau melihat kecelakaan. apalagi dengan darah. dari situ saya merenung sambil menunutun sepeda saya,

kenapa saya baru sadar jika maut itu menghampiri kita kapan saja?. melihat pemandangan tadi, saya merasa kalau saya juga kan mati. saya jadi teringat sahabat saya. akh sulis yang kuliah di mahad umar. padahal kita baru sama-sama belajar tapi tak di sangka, ia pergi menigngalkan kita semua. mengingat dunia memang membuat kita melupakan kematian. seolah-olah kita yakin bahwa hari esok itu “ADA” padahal hanya Allah yang tahu.nah kalau besok tidak bisa bangun lagi? .menunda-nunda memang hobi yang di miliki manusia. tadi saya hampir saja menunda silaturahim hanya karena hujan. semoga sisa umurku ini tak sia-sia.

Kemudian di tengah jalan ada tukang tambal ban. alhamdulillah saya dapatkan gratis pelayanan. hmm, tangal 07 oktober adalah kenangan yang tak terlupakan. selain dapat pinjaman ajs hujan,layanan rukang tambal ban gratis, saya juga di perlihatkan pemandangan yang membaut saya merinding hebat. saat sampai rumah (sekitar jam 08.45) alhamdulillah di sambut ceria oleh adik-adik dan ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s