Menulis Fiksi Sejarah

Seperti biasanya, FLP surabaya mengadakan Kelas menulis rutin dan untuk kali ini,kebetulan saya dapat materi dari senior-senior tentang fiksi sejarah. Hmm, materi yang luar biasa. Karena saya masih belum begitu mudeng dengan fiksi yang satu ini tapi yang jelas fiksi sejarah menurut saya tergolong tulisan faksi(perpaduan antara fiksi dan non fiksi). Kegiatan KM di laksanakan di rumca az zahra 30 januari 2011 jam sembilan lewat sepuluh menit. Setelah acara di buka mas taufiq :-), barulah acara inti di isi mas achmad Fawaid.
Pada intinya fiksi sejarah adalah sebuah karya sastra yang memiliki kekuatan berupa fakta sejarah baik waktu,tempat atau yang lain. Sebenarnya tidak jauh beda dengan fiksi-fiksi yang lain karena terkadang fiksi juga butuh data nyata semisal latar tempat atau setting .tapi kali ini, membuat fiksi sejarah ternyata gampang-gampang susah karena kita harus memiliki data-data yang harus di siapkan. Semisal saja kita ingin menulis sejarah Indonesia di tahun 500 Sebelum masehi he..he.. jadi harus tahu makanan saat itu,kendaraan saat itu,bahasa yang di gunakan, rumah modelnya seperti apa, cara menyapa sesama apa pakai assalamualaikum kah atau selamat isuk atau good morning kah?, pekerjaan mereka apakah kantoran atau pemburu binatang atau mungkin pemburu hantu dan tempat makan mereka terbuat dari apa? keramik kah?atau daun pisang 🙂 dan beberapa data-data yang perlu kita kembangkan sebelum kita merakit sebuah karya fiksi(bukan merakit bom lho heuheu).

Dalam karya fiksi sejarah ada juga sejarah fantasy yang kadang tidak ada hubungannya dengan sejarah itu sendiri mungkin seperti Asterix,obelix atau yang lain. Hmm,mungkin bisa di katakan dongeng. Ada pula beberapa karya seperti gajah mada,diponegoro yang termasuk fiksi sejarah mungkin juga termasuk di fiksi sejarah.novel bunda sinta yudisia juga tergolong fiksi sejarah “road to tehe empire” misalnya atau karya ali gharem tentang Andalusia(spain)
Nah,setelah kita memiliki data sampai tetek bengeknya,barulah kita memulai kegiatan yang gampang-gampang susah alias menulis. hi..hi..hi… saya agak kaget karean mas Fawaid menugaskan untuk membuat fiksi sejarah dalam tempo lima belas menit. Wadow…apalagi temanya di tentukan. Tapi karena teman-teman banyak yang tidak setuju(saya juga he..he) akhirnya temanya bebas. Alhasil,dengan tema berbeda itulah karya-karya FLP suroboyo saat itu bener-bener hidup . Ada yang membuat cerita tentang syeikh muhammad abduh,ibu RA kartini, kisah Abu bakar dan Rasullah di gua tsur, Salm an al farisi dan lain-lain. Saya sempat keder saat itu. Karena hampir tujuh menit saya belum juga nulis dan cari refrensi, saya melirik buku sejarah yang cukup tebel tentang dinasti abbasiyah “wah lima belas menit apa cukup?” tanya saya dalam hati. Wah daripada cari data lama-lama saya langsung nulis.
Hmm, saya memang tidak begitu sering baca sejarah-sejarah tapi seingat saya saya juga suka sejarah terutama kasus britania di london abad 18.akhirnya saya membikin cerita yang berjudul “pembunuhan itu” sebuah cerita karya fiksi sejarah pertama saya dalam hidup saya dengan di dukung refrensi alakadarnya yang terekam di memori saya heh..he.. saya menciptakan karakter Frank dan Johny ketika ia melihat mayat Annie chapman yang merupakan korban terakhir pembunuhan berantai di tahun 1888 itu.
Dari situ saya mencoba memaparkan konflik apa yang membuat sang pembunuh turun tangan. mulai hubungan gelap antara sang pangeran dan gadis penjaga toko,aib kerajaan sampai dugaan sejarahwan tentang kasus tersebut. Dan masih banyak karya-karya bagus lainnya dari temen-temen FLP suroboyo.
Pad intinya fiksi sejarah memang sangat di buru karena langka(mungkin)d an lebih berbobot daripada karya lain. Karena memiliki nilai historis. Kita harus cari refrensi sebanyak mungkin mulai dari dampak sejarah itu sampai kehidupan-kehidupan di masa itu . Manfaat dari menulis fiksi sejarah itu sendiri bisa membuat kita semakin haus akan sejarah. Kalau orang yang biasanya nulis non fiksi pasti akan haus akan informasi-informasi dan data-data yang menunjang untuk karya nya.
Lha kalau karya fiksi sejarah, yang pasti kita mau tidak mau ya harus cari sejarahnya . Dari kesibukan mencari itulah kita akan tahu ternyata wawasan kita masih kurang dan kurang dan akan mencari dan mencari. saya akhirnya mulai tertarik buat fiksi sejarah. yah,semoga saja bisa sabar,telaten.
Alhamdulilah juga,saya di kasih kenang-kenangan lagi. Kalau sebulan lalu materinya apresiasi puisi dan bikin puisi dan kebetulan dapat kumpulan puisi kali ini saya beruntung, karena mendapatkan buku kumpulan cerpen dari mbak idho-UNESA-pend bhs ind. he..he.. cihui.. makasih mbak 😀

2 thoughts on “Menulis Fiksi Sejarah

  1. Lama tak ke sini, emang butuh perjuangan membuat fiksi sejarah. Mas Aries Adinata ex. Ket FLP Soloraya research data sampai pesen buku ke Universitas Leiden, Belanda. Pengorbanan biaya, waktu, tenaga pasti hasilnya manis. Hamasah! 🙂

    • ahlan bik 🙂 ,masya allah mumtaz,research sampai ke universitas leiden. betul mbak, butuh kesabaran,biaya dan tenaga. tapi perjuangan itu ntar ada hasil yang ckup membanggakan. insya’ Allah. Hamasah 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s