yang muda,yang bekerja

by google

“ayna kitabuka ya taufiq?”
“Aasif ya ust” ucapku sambil menyembunyikan kepalaku. 🙂

sepulang kuliah, sengaja mengistirahatkan diri sejenak sambil berteduh. maklum saja,cuaca di kota surabaya dan sekitarnya memang sangat ekstrem saat itu.

Hal yang menarik saat perjalanan pulang, saya selalu di perlihatkan pemandangan-pemandangan yang cukup menakjubkan. saya jadi teringat saat saya bekerja di sebuah home industri di bidang kontruksi. ah,saya tidak habis pikir ternyata kerja disitu cukup berat. berurusan dengan besi,las,gerinda dan lain sebaginya. disitu teman-teman bertambah, mulai dari kuli sampai pekerja. biasanya, saat jam satu siang, orang-orang beristirahat sejenak di mushola. ada dari kalangan pedagang,sales dan lain sebagainya. sungguh, saya begitu kagum karena sebelum istirahat mereka ganti pakaian yang rapi nan bersih kemudian shalat. lalu tidur atau “leyeh-leyeh” ada juga dari kalangan sales yang mencoba produknya yang di tawarkan sendiri. hmm,saya jadi iri ,soalnya produknya adalah alat pemijit hehehe. saya agak khawatir,kalau saya dagang es cendol ah khawatirnya malah tak minum sendiri 😉

beberapa hari yang lalu,saya istirahat di masjid dan ada orang yang sedikit ngobrol dengan saya, kami bercerita tentnag masalah pekerjaan. yah,beliau hanya menjawab “itulah kehidupan mas” kebetulan ia adalah seorang sopir dan bersepeda di area masjid. memang, banyak sekali pelajar atau mahaisswa yang agak putus asa memilih pekerjaan “apa adanya” mungkin,daripada mereka tidak bekerja,akhirnya di pilihlah keputusan itu.

Yang lebih mencengangkan, ketika saya masih muda dulu 😉 bekerja di sebuah pabrik beberapa bulan. tidak hanya dari lulusan SMA,ada juga dari lulusan kejuruan namun pekerjaannya tidak sesuai. misal saja,teknologi komputer dan jaringan harus berurusan dengan sedotan atau plastik ada juga jurusan administrasi malah angkat-angkat. kebetulan saat itu saya bekerja di dalam Lab yang ber ac nan bersih. tidak hanya lelaki ada juga perempuan yang bekerja disana. saat mesin macet sengaja saya selalu di motivasi mbak-mbak saya yang senior.
“wis,disini saja di luar sulit lho cari pekerjaan” usul salah satu pekerja disana sambil melepas maskernya.
“inggih mbak”karena masih junior, apa boleh buat. ya jawaban itu yang sering terdengar.

sebenarnya usia mereka tidak jauh dengan saya. mbak-mbak yang senior saya mungkin selisih 2-3 tahun. saat lulus mereka langsung bekerja disana dan nyaman. ada dari perantauan yang jauh ada juga yang asli arek sidoarjo. kadang saya terharu juga mendengar cerita-cerita mereka dan perjuangan-perjuangan mereka untuk mempertahankan hidup dan keluarga. saya merasakan betul apa yang mereka rasakan. ada yang menjadi tulang punggung,ada juga yang rela meninggalkan cita-cita demi sekolah adik-adik mereka. ada juga yang iseng 🙂

bagi mereka,dengan bekerja seperti ini setidaknya mereka bisa berpenghasilan dan bisa melanjutkan kuliah. sungguhh,mereka sebenarnya memiliki cita-cita dan keahlian yang luar biasa. dan yang sangat di sesalkan, para mahasiswa yang saat ini belajar semakin lama semakin kekanak-kanakan. yah,mungkin mereka merasa nyaman dengan kiriman ortu atau fasilitas-fasilitas lain. di bandingkan dengna mereka(pekerja), justru mereka lebih dewasa dan berpandangan ke depan. mereka mencapai tujuan sesuai dengan realitas yang ada. sekolah untuk bekerja setelah bekerja cari jabatan strategis dan nikah. he..he.. beneran lho, saat musim “nikah” banyak sekali undangan pernikahan di sana. pegawai ini nikah dengan yang ini, buruh ini nikah dengan ini. dan ndak salah,saya kadang sering dengar pendapat, kalau di pabrik dapetnya orang pabrik.:-) mereka berpikir bahwa kuliah juga untuk bekerja. kalau sudah kerja enak kenapa harus kuliah?

Teman-teman di pabrik sana, rata-rata memiliki kedisiplinan yang luar biasa. biarpun penampilan mereka amburadul,mereka tetap profesional dalam bekerja dan jujur,saya banyak belajar dari mereka. tapi ketika mereka mendapat kabar kalau saya keluar, wah mereka heran. mungkin yang ada di pikiran mereka “dasar orang aneh,dapet kerjaan enak kok ndak di sukuri” yah mungkin itu tapi saya sebenarnya punya cita-cita. salah satunya kerja di pabrik dan alhmadulillah terkabul 🙂 lalu saya ingin mengejar cita-cita utama saya. resikonya mungkin saya tidak bisa gajian tiap bulan tapi biarlah, mungkin saya harus bekerja sendiri. akhirnya nyoba usaha kecil-kecilan tapi ada saja cobaan menghadang. jujur saja, saya sendiri baru merasakan susahnya cari duit sambil kuliah,apalagi penjualan macet wadoww,dililit hutang juga he..he.. ada susah ada duka. sukanya kalau ada untung ,dukanya kalau lagi rugi ;-p

terkadang,ekonomi menjadi sebab putusnya cita-cita seseorang tapi sebenarnya bukan itu. saya jadi teringat mbak yang kerja di pabrik itu, saat pagi ia jadi buruh tapi saat malam ia jadi mahasiswa bahasa inggris. semangat ini mungkin yang harus menjadi cambukan terutama bagi saya sendiri. saat saya bekerja di lembaga amil zakat nas misalnya, kebetulan saya duduk di stand zakat dan di sebelah saya ada SPG yang terlihat sangat capai. wajar saja,hampir enam jam lebih ia berdiri. dan kami yang menjaga stand akhirnya kerjasama(duduk bergantian). dari situ secara tidak langsung timbullah obrolan-obrolan ringan seputar masa lalu. darimana?sma/smk mana? kenapa bekerja di sini? dsb. rata-rata mereka menjawab kalau dunia itu kejam. itu kata mereka. persaingan industri tampak begitu ketat. Bayangkan saja,ketika saya test menjadi karyawan produksi saja, ada dua puluh orang dan yang keterima hanya lima orang. begitu ketatnya sampai banyak yang di D.O karena masalah-masalah sepele. dan ketika saya bolos satu hari saja di habisi asst HRD. dan ketika menjelang ramadhan kemarin, banyak pula karyawan yang “dirumahkan” karena pihak pabrik menghindari “pemberian”tunjangan hari raya. saking kejamnya,mereka harus dikeluarkan. Suasana mencekam itu terjadi ketika kami di kumpulkan supervisor kami. yah,memang ini adalah kejadianyagn tidak di inginkan para karyawan manapun. lembaran surat PHK itu cukup mengguncang jiwa para karyawan saat menjelang ramadhan.

Persaingan industri semakin lama semakin ketat,mau tidak mau mereka harus memertahankan prestasi agar tidak tergilas. bagi yang muda dan di berikan kesempatan belajar,yah jangan sampai lah di sia-siakan. masih beruntung kita masih bisa belajar dan bekerja. tapi ingat,kita masih punya impian,entah kuliah,ingin menjadi bos atau kuliah di luar negeri atau yang lain. di luar sana,banyak kuli muda yang memeras keringat demi memenuhi kebutuhan hidup. mari kita raih mimpi kita selagi fasilitas yang di berikan Allah masih tersisa.

saya belajar dari keikhlasan seorang yang tua lagi rapuh ketika saya temui saat berangkat kuliah ataupun sepulang kuliah.
ketika berangkat kuliah, ada pemulung yang duduk-duduk dan sering menyapa saya dengan ikhlas. saat pulang, kakek-kakek,nenek-nenek harus berjuang dan menjaga harga diri dari kegiatan mengemis. saat saya masih TK dulu, ternyata pak tukang rombeng itu selalu ada dengan sepeda tuanya.

“Rombeng..rombeng..” suara seraknya terdengar dan semangatnya berapi-api meski usia menggerogotinya. ada juga wanita-wanita tangguh pembersih area taman yang cukup luas di area perumhan daerah gedangan sidoarjo. di panas yang terik mereka tetap bersemangat. saaat saya bersepeda di daerah a yani surabaya, mungkin kita akan di hadapkan para wanita pembersih jalan raya yang setiap harinya tidur di halte demi menghidupi diri dan keluarga. sama halnya dengan orang tua kita. mungkin orang tua kita kondisi ekonomi melemah atau agak mengenaskan. tapi mereka ikhlas untuk menyekolahkan kita,mengkuliahkan kita dan memberi apapun yang kita butuhkan. ah,tidakkah kita sadar atas pemberian mereka?

3 thoughts on “yang muda,yang bekerja

  1. malu saya membacanya mas, yang tua saja bisa mempunyai semangat yang kuat seperti itu, gimana yang muda ini.. semoga umurku yang masih muda ini bisa bermanfaat ..

    salam persohiblogan mas ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s