Hadiah

Beberapa bulan yang lalu,tepatnya saat usaha kecil-kecilan saya mulai agak rewel, otomatis saya tak punya apa-apa. Bahkan untuk membeli kitab saja, saya sampai tak bisa beli. Meski harganya murah tapi apapun terasa mahal jika tak punya uang. Sampai ada beberapa teman menanykan “kenapa akhi ,ndak beli kitab?” kadang saya selalu beralasan .yah,malu atuh kalau ngaku lagi nipis uangnya (ndak hanya nipis, saat itu memang benar-benar lenyap tak ada satu rupiah pun malahan). Ketika pulang kuliah, ada seorang teman yang menanyakan hal yang sama. (entahlah ,jarak usia kami cukup jauh. Hmm,sekitar tiga puluh tahunan. ia satu angkatan dengan saya ^_^ ). karena ia selalu tanya melulu,saya kahirnya ngaku juga. Keesokan harinya, ada seorang teman membawa kitab lengkap beserta kwitansi.
“Hadza kitabuka ”
“Ana?” saya nyoba meyakinkan .hah? Apa betul? Waduh jadi ndak enak nih. Dengan senang hati saya terima buku itu. Hmm, setidaknya saya bisa menyusul yang lain atas ketertinggalan pelajaran beberapa minggu yang lalu. Setelah saya tanyai, ternyata buku itu adalah pemberian dari teman yang menanyai saya sewaktu pulang. Subhanallah.
“kayak orang fakir saja” ucap saya nyeletuk . Eh,ternyata ada teman yang mendengarkan.
“Ndak apa akh,lagi pula antum butuh kan? Ndka ada salahnya bantu orang yang menuntut ilmu” saya hanya tersenyum mendengarkannya.
Ketika akhir UTS bulan mei kemarin, saya di beri hadiah mushaf oleh teman sekelas. Kebetulan ia adalah imam masjid di daerah surabaya. Hmm, wah ndak nyangka. Saat itu sya hanya liat dia baca qur’an kok begitu khusyuknya ya?
“Entum punya mushaf ini?” tanyanya
“Punya, tapi modelnya beda akh”
“Antum mau?”
“Heh?beneran?”
“Iyo” ucapnya sambil tersenyum lebar.saya terima pemberian itu. Meski al-qur’annya jauh dari kesan “baru” tapi setidaknya ini bisa menjadi “kenangan” seperti apa yang di katakan sang pemiliknya. Hmm, membicarakan masalah hadiah atau pemberian, saya jadi teringat saaat SMP dulu. Hmm,kalau tidak salah bertepatan dengan hari lahir saya. Hmm,ini menjadi kenangan tak terlupkan karena seumur hidup, baru kali itu saya di berikan sebuah hadiah dari seseorang pas hari lahir saya. kalau antum yang baca ini inginberi hadiah. monggo, dengan senang hati 😉
Waktu itu ia memanggil saya lalu berdua berjalan di pinggir lapangan basket. Spontan saja, teman-teman merasa curiga. Karena melihat orang “sejelek” ini di panggil orang yang cukup terkenal di sekolah yang cantik dan berwibawa pula. Yah, saya menganggapnya biasa saja. toh meski beda kelas, ia juga teman satu organisasi di SMP(OSIS). he..he.. kalau di bilang pacar sih sangat mustahil. Karena wajah saya tak begitu rupawan apalagi dari segi kekayaan, jauh dari level bangsawan. Kalau fans, hmm, malah mustahil kuadrat he..he.. Yang saya ingat, ia memberikan sebuah amplop.
“Ini untuk keperluan sekolah” katanya . hmm,saya sudah menduga isinya adalah uang. pas saat saya buka. Eh ternyata benar. Meski saat itu saya tidak separah konsisi saat ini yang B3 (benar-benar bokek) tapi lumayanlah. Tapi entahlah,saya gunakan untuk apa uang pemberian itu. ^_^ semoga Allah membalas kebaikannya.
saat saya habis Mabit di acara alumni FOSKI, saya mampir di sebuah masjid. hmm,kalau di lihat dari tampang, mungkin bisa di bilang seperti orang-maaf- kurang waras. tapi say amenilainya karena beberapa sebab. yah, saat ia berbicara kepada orang-orang,ia tidak di gubris. saya juga merasa aneh ketika ia tiba-tiba curhat dengan saya
“Mas,di pasar larangan tadi lampu mati” berkali-kali ia membahas lampu mati. saya pun meladeninya. setidaknya ia bisa mencurahkan isi hatinya. lalu ia memberikan saya rokok. “Rokok mas?” saya pun menolaknya karena saya tidak merokok. tapi ia memaksa dan saya ambil saja rokok itu dan saya simpan sebagai kenang-kenangan(entah kenapa,saya sering menyimpan pemberian orang baik bungkus nasi sampai sandal jepit). yang membuat saya salut, rokok yang ia berikan adalah rokok terakhirnya.

Beberapa hari yang lalu,saya juga mendapat kiriman paket dari panitia lomba The Amazing Hidayah. Saya cukup senang karena pak kurir tidak salah mencari alamat rumah saya. he..he.. maklum saja, sejak berhubungan dnegna buku. Banyak sekali kiriman nayasar. Bahkan saya sampai mengambilnya di kantor pusat jatim(untung saja hanya lima kilo dari rumah).
Pas saya saat buka bingkisannya, perasaan saya berbunga-bunga. Tak salah memang,jika panitia membungkusnya dengan gambar bunga ^_^. ada al-qur’an terjemahan satu kata dan sebuah buku. Disitu saya menemukan tulisan yang sengaja di tempel oleh panitia.
“Assalamualaikum wr wb. Selamat. Semoga berkah” hmm,kata-kata yang cukup bermakna bagi saya pribadi. Jujur saja, belum pernah tuh saya mendapat hadiah. Yang saya ingat saya pernah menjadi juara lomba lari saat SD. dapet hadiah spidol satu set

Hmm, Bagi saya pemberian mungkin bisa memotivasi tapi kadang juga membuat lupa. Orang mungkin akan lebih bersyukur manakala ia di berikan suatu “hadiah” misal saja ketika kita pas tidak punya uang. Tiba-tiba ada banjir(banjir uang) he..he…, wow pasti kita bersyukur. “Ya Allah, makasih banyak” tapi ketika kita merasa tidak di beri hadiah, hmm. Bisa jadi terasa biasa. Padahal nih, banyak juga lho hadiah-hadiah spesial yang di sediakan. Kita bisa bernafas tanpa batas(unlimited),kita bisa makan,minum,bersahabat dan belajar di madrasah kehidupan. Yah setidaknya kita masih di berikan kasih sayang dan cinta. Tapi yang paling penting adalah kesempatan.
Bukankah kesempatan untuk menginjakan kaki di bumiNya ini adalah hadiah yang luar biasa?

(Daoud El-Inshirah)

*sekedar curhat.

3 thoughts on “Hadiah

  1. … jadi ingat buku tulis-buku tulis cukup tebal yang saya gunakan saat SMA, yang kesemuanya saya dapat saat SD; hadiah lomba sepak bola di kampung.

    Berkesan sekali cerita njenengan.. Semoga barokah ilmunya, aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s