Sastra Arab (part 1)

A Teew,mengemukakan bahwa sastra menunjukan keistimewaan sekaligus keanehan yang mungkin tidak dapat di lihat pada banyak ilmu pengetahuan yang lain.dan banyak pula definisi-definisi sastra itu sendiri. tapi banyak yang sepakat bahwa sastra adalah rangkaian kata yang indah. ada juga pendapat yang lain tapi kali ini kita bahas sekelumit sastra arab. yah,semoga saja bermanfaat ^^

Jaman jahiliah dulu, Adab belum di artikan sebagai sastra arab,akan tetapi memiliki arti menyantap makanan. nah,menyantap makanan inilah termasuk perbuatan yang terpuji dan moral yang tinggi karena pada dasarnya, memuliakan tamu.

Kemudian,pada jaman mu’awiyyah(setelah jaman 4 khalifah atau sebelum dinasti abbasiyah) Adab berarti pengajaran. Mu’alim sama artinya dengan Mu’addib(beradab) dalam kitab al wujaz fi al adab AlAraby, adab di defijnisikan sebagai segala hal yang menghiasi seorang baik itu sifat dan budi pekerti. sehinggadengan sifat seperti itu, seseorang akan di hormati dan di muliakan. kemudian, Adab memiliki arti tulisan yang indah”(sastra) dan mempunyai makna.

lulusan d3 tarbiyah dan orang yang memperoleh gelar Lc di bidang sastra bernama sayyid quthb misalnya, dalam salah satu bukunya di manhaj al fan al islamy, mengatakan bahwa Agama itu untuk mencari kebenaran sedangakan seni sastra itu mencari keindahan. Yah,dari sini mungkin kita sepakat kalau sastra adalah keindahan bahasa kalau ada yang tidak sepakat ya terserah njenegan he..he..

Jazif al-hasyim juga mengatakan

“Sastra adalah ungkapan puitis tentang berbagai pengalaman manusia”

“sastra adalah ungkapan tentang kehidupan dan mengguunakan bahasa sebagai sarananya”

“sastra adalah hasil pemikiran manusia yang di ungkapkan dengan ungkapan yang mengangung seni dan keindahan”

lalu di jaman islam? ada pula pendapat yang mengatakan tidak boleh dengan dalih(QS 36:39) namun ada juga yang memperbolehkannya. lalu keputusannya gimana? bolehkah? hmm, kita coba fles bek ke jaman nabi dulu. saat Abdullah ibn Rawahah di tanyai Rasullah SAw bagaimana ia membuat sebuah syair.

“Apa yang anda lakukan jika anda hendak menggubah syair?” tanya rasullah saw

“Kurenungkan dulu baru ku ucapkan”jawab ibn rawahah (lebih lanjut bisa liat karya khalid m khalid di 60 perihidup sahabat) ^_^

Nah, sayyid quthb pernah mengatakan bawha sastra islam adalah semua wilayah yang di ungkap dari jiwa yang penuh iman dan mengeksplorasi dan penuh keimanan dan dalam mengungkap kehidupan tidaklah sempit.

dan kali ini kita akan coba sedikit melirik satra arab di jaman jahiliah dulu. kita tahu bahwa di arab ada dua penduduk. yaitu oenduduk kota yang kenal dagang dan penduduk badui yang berpindah-pindah.

Uniknya, ternyata jaman dulu sebelum islam, masyarakat arab sangat suka menggubah syair. yang pertama adalah pasar sastra atau biasa di sebut festival sastra atau kalo mau gaul boleh juga di sebut Literate festive .

dalam kegiatan tersebut di hadiri sastrawan kelas menangah,atas dan bawah. saat itu, kecintaan puisi termasuk hal yang “NATURAL” pasar tersebut sangat berperan dalam memunculkan proses ilmiah untuk menatap kedaan sosial,ekonomi dan budaya. itu demi persatuan. jadi nggak usah heran, orang aab kadang mengutamakan kesukuan dan fanatisnya minta ampun(dulu sih)

Kemudian yang kedua adalah Ayyam al -‘arab

itu terjadi jika ada persengketaan dan terjadi rampok. disinilah munculah pahlawan lokal yang megnutus dan menghasilkan PERANG syair yang penuh dengan kecaman. namun tidak haus darah dan tidak sampai perang. nah, uniknya suku yang kalah dalam perang satra ini akan membayar tebusan pada suku lawannya sesuai selisih korban.

dan tujuan syair pd jaman jahiliah ternyata banyak juga.

yang pertama adalah gazhal, jenis puisi ini menyebutkan kecantikan wanita atau berkaitan dengan cinta

yang kedua adalah Hamasah, jenis puisi ini menunjukan suatu kebanggaan dan segala kelebihan pd kaum.

yang ketiga adalah madah : atau puisi yang di tujukan untuk memuji seseorang. hmm, ada contoh nih dari nabihah pada seorang raja.

“Kau adalah matahari .sedangkan raja yang lain adalah bintang. apabila matahari terbit, maka bintang-bintang tak mampu menujukan diri”

subhanallah bagus juga ya

kemudian yang keempatadalah Rotsa atau puisi yang di buat dnegna tujuan mengingat jasa seseorang

yang kelima adalah Hijaa’ atau puisi yang di tujuakn untuk mengejek dan mencaci serta menyebutkan kebukan seseorang.

yang keenam adalah wasfan atau puisi yang di gubah untuk menggambarkan sesuatu yang menarik semisal perang dan sebaginya. contoh, “badai yang sudah menyatu dengan alam…”

yang terakhir adalah hikmah atau puisi berisi pelajaran kehidupan. semisal kalau buat penulis, ada juga syair yang di kutib al jahiz, “mereka meninggal dan tersisalah apa-apa yang mereka perbuat dan seolah-olah peninggalan abadi hanyalah yang di tulis dengan pena”

atau buat yang jatuh cinta, ehm, saat kuliyah biasanya ustadz sering membacakannya pas mahasiswa lagi bete. ini syair dari imam syafi’i sekaligus jenis hikmah.

“Sebenarnya masalah itu  tidak pada wanita,tapi yang menjadi masalah kita mencitai seseorang yang belum tentu orang itu mencintai kita” ^_^

Nah, barangkali bisa bermanfaat. o ya kalau ada yang keliru atau istilah yang agak salah atau salah . mungkin bisa di ingatkan sebagai bahan pembelajaran.

Hmm,karena terlalu malam nanti saya lanjutkan di part 2 (prosa arab seperti cerpen dll)

pada intinya sifat sastra terpenting adalah” mampu menyampaikan informasi yang bermacam-macam kepada pembaca yang bermacam-macam pula”

Sidoarjo 26 juli 2011

Daoud el-inshirah

 

Iklan

2 thoughts on “Sastra Arab (part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s