Teh Muthmainah di Perpuskot Sby

Setelah beberapa bulan lalu bedah buku tathta awan karya bunda sinta yudisia di perpustakaan kota,kini gantian teh mun berbagi ilmunya disana sekaligus bedah pingkan dan berbagi tips di luar negeri. pesertanya lumayan banyak, yang saya tahu, kebanyakan dari surabaya sendiri. ada juga temen-temen dari FLP surabaya yang lain. tapi mereka kebanyakan datangnya di sesi dua he..he. tapi ndak apa justru disesi kedua ini ada sesi menulis bareng selama sepuluh menit. setelah teh imun memberikan teknis-teknis seputar menulis, tidak hanya pematerinya saja yang penulis, sst setahu saya pak arswendo danu yang moderator juga penulis lho he..he..bukunya pernah di terbitin gramedia baru-baru ini . di sesi kedua ,teh imun menyararankan pada peserta agar tidak mengedit naskah sebelum selesai. yah, agar tidak “tergoda” untuk megnedit, bisa juga menggunakan Font putih dengan background putih pula . wow πŸ™‚

kemudian di setel lagu nasyid dan lagu yang muelow poll seperti kitaro. kami pun menulis. sungguh luar biasa,dalam kondisi seperti ini teman-teman menyelesaikan tulisannya dengan cepat. setelah sepuluh menit,barulah pembacaan karya. seingat saya yang pertama dari adik kelas saya dari mahad umar. ia membacakan puisi yang singkat dan bahasanya cukup menggigit sampai kami kagum. di sesi kedua mbak yuli dari flp suroboyo seingat saya membuat semacam cerpen dengan tema percintaan (di duakan) karena si ihwan menikah..saya ndak tahu kenapa tema yang di usung para kaum hawa selalu melo. ya..ya..oke lanjut aja πŸ™‚ “karena anggota FLP.” kata teh mun . wah..wah..wah..setelah di baca karyanya, teh mun”membantai” karya anggota dengan pedas tapi suer deh, benar-benar memuaskan πŸ™‚

kemudian disusul mbak nia dan di bantai pula mengenai logika cerita ,EYD,diksi dan yang lain. wuih..saya agak keder kalau di beginikan. lalu saya beranikan diri untuk membacakan karya saya . yah,karena tadi diiringi musik, saya ingin memebaca dengan musik pula He..he.. aneh..aneh..sori buat mas moderator kang danu untuk muter lagu. saya bingun cerita saya sendiri. sebenarnya menceritakan esedihan tapi malah peserta tertawa ya..ya..entah saya yang aneh atau pesrta. cerita agak mencar (maklum saja sepuluh menit gitu) setelah selesai, saya lega dan mendapat pujian. wuih tapi…”mas taufiq juga…” wah..wah..gantian saya yang kena. he..he.. buanyak sampai saya tidak bisa menuliskannya disini. jujur,baru kali ini di kritik langsung pemateri di depan peserta yanglain . biasanya paling-palig dari senor diflp suroboyo . banyak yang perlu di perbaiki .weleh..weleh matur nuwun teh mun:-)

di sesi akhir bunda sinta yudisia juga datang. Alhamdulillah, beliau juga berbagai sedikit dan mengumumkan kalau peserta permpuan dapat hadiah. yah,note kecil dan kosmetik. itu sisa-sisa musywil kemarin ;-)dr sponsor. tapi insya Allah ndak kadaluarsa kok he..he..

di saat berbagi tips mengenai novel beliau yang berjudul pingkan (2) ia tidak bosan-bosannya menginstall semangat kepada kami agar selalu membaca dan mencari refrensi yang cukup. beliau meamng belum pernah ke pert australia tapi ia mampu menjelaskan perth di novelnya. untung saja meski saya masih belum mampu untuk beli (biasalah mahasiswa) ada orang yang baik hati meminjami saya . matur nuwun nggih. dapat pula tanda tangan di catatan saya yang sempat di kritik beliau.

budaya baca di indonesia masih kalah dengan negara yang lain. saat saya rapat bersama pengurus yang lainseprti mbak wik,pak rafif,ustadza heni, kami saja samapi melotot melihat target yagn ada di mutaba’ah flp sidoarjo.
“apa ndak terlalu banyak” kata seorang peserta syuro. ya memang, perlu buanyak biar bisa mendapat “sesuatu” yang luar biasa.

jadi teringat lagunya nada nih.

“Dari iqro hingga tafsir qur’an, koran majalah buku pelajaran. banyak ilmu yang kan kau dapatkan. so jangan malas..malas membaca. ….”

“yo mari membaca mari membaca setiap hari, rame-rame yo mari membaca. mari membaca sedari kecil.”

“dari pagi siang malam hari,luangkanlah tuk baca buku. jadi kaya ,akal serta hati, pandai bijak dan berilmu” (snada)

melihat teh mun. saya jadi teringat guru bahasa inggris saya πŸ™‚

2 thoughts on “Teh Muthmainah di Perpuskot Sby

  1. “Terus gimana, Mbak? Beneran pulang tah? Kita udah jauh-jauh ke sini.. Masa cuma bentar aja..”

    “Mbak Nisa gak bisa izin dari rapatnya ta? Wes tak bantu minta izin wes…”

    “Duhh, berat kaki ini melangkah pulang, adek-adek.. Tapi mau gimana,,, Mbak Nisa gak dapat izin ninggalin rapat di kampus… Eman banget ya”

    Akhirnya, 3 orang yang udah gak kebayang telatnya pun harus rela tidak bisa hadir di sesi dua yang ternyata kereennn beginiii…

    Menulis satu cerita dalam 10 menit pun belum tentu saya bisa ^^” wow, jempol dua buat peserta, teh imun, dan pak danu. Kapan ya saya bisa belajar seperti teman-teman… *pingin juga*.
    Target membacanya kuwi apa aja pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s