Menanam bibit harapan

Usai shalat subuh dan menemani mabit adik-adik rohis, saya,akh hadi dan kawan yang lain pergi menuju gazebo. rencananya kami akan melanjutkan petualangan kami di negeri mimpi tapi saya juga ingin ngecek hasil desain kartu nama yang akan di cetak senin besok.

dari pencarian data,saya menemukan file pilem davinci code. lalu saya sarankan akh hadi untuk muter tuh pilem. maklum aja,saya belum pernah lihat versi filmnya. apa seru seperti novelnya atau bagaiamana. hmm,tapi ia malah nyaranin film 3 idiot buatan india yang di bintangi mas amir khan(ini bukan yang jualan bakso lho :-D)kalau lihat di tipi sih belum. yah,bisa di bilang saya ini kuper lah. film lawas pun tak tahu ๐Ÿ˜ฆ

kemudian kamipun menonton film konyol tersebut. hmm,perlahan banyak juga yang nimbrung. ada sepuluh orang disana. seru juga nonton bareng-bareng. tapi jujur dah,film ini memang pertamakali saya lihat. dan film ini memang inspiratif menurut saya. meski agak konyol. ndak hanya konyol sih bahkan perut kami bergetar terus melihat kekonyolan tiga idiot itu. saya awalnya berpikir apa mereka bener-bener idiot dalam ceritanya? hmm,tapi ternyata tidak. “3 idiot” itu hanyalah julukan saja. julukan yang mereka sandang dan mereka terima dengan suka cita. ๐Ÿ™‚

Film ini menggunakan alur kombinasi alias campuran. (alur maju-mundur). kalau ndak telaten,mungkin akan ketingalan cerita. di film ini ada tiga orang yang lucu. mereka adalah Raju,Farhan dan Ranchoย (ameer khan) film ini megnisahkan tentang mahasiswa yang belajar disana beserta tekanan-tekanan dari dosen. apalagi saat pidato rektor, sang rektor selalu menyuntik pemikiran ke mahasiswa bahwa hidup adalah perlombaan. saking ekstremnya,banyak mahasiswa yang bunuh diri karena kecewa bahkan tak mampu menahan tekanan mental dari sang rektor. menyedihkan juga. di bagian pertengahan si teman rancho yakni si Raju juga bernasib sama. ia memiliki karakter yang lemah.ย  ia di hadapkan dua pilihanetika ia berada di ruang rektor.

kasusnya,ia pernah mengencingi pintu rumah si rektor dan kasus pencurian jawaban ujian. itupun karena si rektor bener-bener super nyebelin dah. dan pilihan raju ada dua.ย  dikeluarkan dari sekolah atau memfitnah sahabatnya si Rancho.

jika ia memilih pilihan pertama bagaimana nasib rancho yang pernah menolong ayahnya bahkan hidup ayahnya. dan jika memilih pilihan kedua, ayahnya pasti shock dan jantungan karena anak semata wayangnya di drop out. apalagi ia menjadi harapan keluarg. dan ia pun memilih melompat dari lantai tiga atau berapa lah(saya agak lupa) tapi syukurlah ia tidak mati dan menjalani perawatan intensif karena koma.dari situlah mental raju terbangun. lebih kuat dan lebih menghargai hidup. ah,kalau di ceritain panjang juga ๐Ÿ™‚

ada banyak adegan yang membuat saya tergelitik. Saya suka tokoh utamanya yang memiliki pemkiran sederhana ,bebas dan kreatif. dua temannya raju dan farhan tidak secerdas dirinya. bedanya,kalau rancho ada di posisi atas, maka keduanya ada di posisi kedua dari belakang.(kasihan betul mereka)

Inti cerita film ini adalah pencarian rancho setelah kelulusan dan saat pencarian itu farhan dan raju bercerita ketika bertemu dengan rancho. tapi insya allah ndak membingunangan meski alurnya maju-mundur.

pesan yang disampaikan sederhana. yakni jika kuliah jangan hanya kejar nilai. hmm,mungkin bisa kita lihat realita di negara seribu menara(listrik) ini. ๐Ÿ™‚ betapa banyaknya produk gagal karena kuliahnya tidak becus. bukannya tidak becus,tapi cita-cita mereka kurang tinggi yang “hanya” menjadi karyawan sekalipun itu di luar negeri.

Nah,yang menggelitik bukan kisahnya saja, bahkan mirip juga lho dengan kisah kami ๐Ÿ™‚ .kebetulan kami ini adalah lulusan SMK. yang rata-rata mbahkan 90 persen lebih memiliki cita-cita kelak akan bekerja layak. namun anehnya,seiring berjalannya waktu kami agak gerah menjadi karyawan. kami merasa tidak sesuai dengan keinginan. yah pinginnya jadiย BOSย barangkali hehe ๐Ÿ™‚ bercanda. kami hanya ingin melakukan apa yang kami sukai dan minati dan ingin menggapai apa yang kami ciata-citakan ๐Ÿ™‚

seperti apa yang di katakan Rancho di film tersebut.

“Lakukan apa yang kau senangi” hmm,sebelum kita menyesal di belakang, mari kita kejar harapan kita. yah,cita-cita kita. cita-cita kita..cita-cita kita..cita..cita kita CITA-CITA KITA. rancho juga mengajari kita untuk selalu berpikir positif. ia selalu mengatakan. “semua pasti beres..semua pasti beres..semua pasti beres”

“…Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya sendiri” (Ar’ra’d Ayat 11)

 

 

**sekedar obrolan ringan

Iklan

8 thoughts on “Menanam bibit harapan

  1. #sekadar obrolan ringan katanya, tapi bila diresapi sungguh bermakna firman Allah di sana, akh.
    Menurut ana, tempat sekolah ga jadi masalah, ana anak IPA, biasa saja, ga ada yang spesial, ana juga anak kedinasan, biasa juga.. ga ada prestasi, tapi temen ana ada yang lulusan IPS, berhasil ke Jepang loh.

    ALLAH selalu menitipkan kelebihan, tetap semangat, spt Rancho, hehe

  2. bismillah.. tak boleh ragu tuk bercita-cita dan berusaha mencapainya.
    Jadilah pembawa obor ilmu pengetahuan yang cemerlang membangun peradaban… yoshh!! ^__^/ *jadi ketularan semangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s