Road To Lamongan

Hari kamis 26 januari 2012.

Satu Hari sebelum hari H, ada ragu dalam hati “apa ikut atau ndak ya?”  apa harus ngonthel seperti di ujung pangkah seperti bulan februari 2011 lalu?(februari 2011? ah,jadi teringat undangan akh.deka  .karena harus nginap jadinya tidak bisa hadir.ngapunten ndak bisa ikut hadir di acara pelantikan akh.rossi)

setelah merenung,berpikir dan berusaha. akhirnya  saya bisa datang ke acara peresmian perpustakaan dilamongan dengan selamat. Dari rumah sampai lamongan memutuhkan waktu tiga jam dengan kecepatan “agak ura’an” maklumlah, kita harus tepat waktu, minimal sebelum dhuhurlah.

Untungnya,saat kita sampai didaerah WBL (wisata bahari lamongan) secara tidak sengaja,kita ketemu kawan-kawan mahad umar yang naik motor. ada akh.iwan dari mustawa tsalis,teman sekalas ana ruliansyah dari Palu dan adik kelas yang dari madura. alhamddulillah,setidaknya ada yang menjadi kompas buat kami 😉

sesampainya disana,kami langsung mampir di rumah akh.ghofar sekalian “noto-noto” abarang sekaligus membawa kionsumsi ke bescemp panitia. tak lama kemudian ahdir pula Akh usni dan akh el mizan disusul pula komandan BEM hepi rianto dan ketut dari bali. hadir juga akh ali yapie dengan logat khas sunda dan kawan-kawannya. wah bener-bener rame nih.

Ba’da shalat ashar, acara pertama dari kami adalah gaul dengan ‘araby. maksudnya lebih akrab dengan bahasa arab. acara dikemas dengan game out door lho.

dipandu mahasiswa mahad umar, para siswa Mts tampak antusias sekali. mereka dibagi tiga kelompok. diwaktu yang bersamaan, ada sebagian mahasiswa untuk mengurusi T.P.A . dan sebagian lagi mengurusi buku-buku dan menyortir. apa ada buku yang bermasalah atau tidak dan dari sumbangan kawan-kawan ada juga yang “belum pantas” untuk disumbangkan. yah,bukan karena pornografinya, tapi karena ada beberapa ideologi yang berbahaya. maklum saja,kita minta sumbangannya juga di toko buku umum.

Setelah acara tersebut,panitia belum istirahat, mereka harus berpikir lagi untuk acara malam yakni pengajian umum yang di isi dosen kita. ust.nasirudin L.c 😉 dan alhamdulillah, bada isya’ acara bisa berjaan dengan baik. ust nasirudin juga datang sebelum maghrib jad ikita tak begitu gupuh-gupuh. dan sempat pula makan malam yakni ikan bakar. hmm, pantas saja teman satu kelas mengatakan kalau didesanya gizi terjamin (ini daerah brondng lho) kalau di asrama hanya makan tahu tempe dan jarang makan daging,disana mungkin sering makan ikan. enyak.enyak..enyak…akh lutfi alumni mahad malah nyikat tiga ekor padahal masih ada lho kloter kedua yang belum mencicipi. “Haduh,ndak tahu rek kalau ada kloter kedua” ia segera menyudahi aksinya (mentitili ikan beserta sambel kecapnya) 😀

Usai pengajian, panitia bisa beristirahat dengan tenang tapi karena daerah pesisir. jadi agak dingin karena angin yang nggebes .  jam dua dini hari,terlihat asyik sekali akh.mukhlis nonton film ketika cinta bertasbih. ikut juga sebentar kemudian nyusul akh usni di masjid sambil nunggu shalat subuh. inginnya tidur tapi mata sudah tak sanggup merem. 🙂

Saat pagi, ada rencana jalan-jalan di laut. wow seru kali ya. tapi karena kami nyeker. agak sakit nih kaki. “Asam urat kabeh” sahut salah satu kawan. yah,jarang olahraga mungkin. disana kita melihat langsung deburan ombak dan duduk-duduk di batu karang. ah,kayak di tipi-tipi euy. yapi ini beneran. sembari nyantai kami juga bergaya buat dokumentasi. wah..wah…maklum saja, dimahad umar kita ketemu hanya dua tahun. mungkin ketemu di universitas muhammadiyah kampus 1 atau mungkin juga tetep dikampus 3 ngambil fakultas syariah. buat kenang-kenanganlah.:-)

setelah kembali ,kita pencar. ada grupakh misbakir (wah anggota komsat ini mau nikah juga nih, entah tinggal berapa yang belum nikah. ayo..ayo..yang belum )nah ana ada di grup akh mukhlis yang pegang kamera . jadi fotonya paling banyak. disitu kami ngobrol banyak lah tak sengaja ketemu nenek-nenek yang masih berjuang untuk jualan. salut karena tidak memilih menjadi pengemis.

“Ada uang?” tanya akh rul;i mahasiswa dari palu. kemudian kami menghampiri mbah tersebut dan memborong.

“rencanane di bawa teng pundi mbah?”

“Diwarung” subahanallah. jalannya tertatih-tatih masih sanggup berjuang. dari sinilah kami tertegun. ah,masa yang muda kalah. harusnya lebih semangat kan? kamipun istirahat dan mandi. kemudian dilanjutkan acara outbond buat adik-adik MI .seru dah pokoknya. tapi sayang, karena ada kegiatan, saya harus pulang lebih awal. tapi sungguh perjalanan yang cukup menyenangkan tahun ini.

*sekelumit cerita dari lamongan

2 thoughts on “Road To Lamongan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s