Badai didepan mata

Kejadian nyata ini  saya alami dihari ahad. tepatnya ba’da K.M.A dan kita pasti tahu kalau cuaca dinegeri 1001 tikus ini memang tak menentu. siangnya panas namun sorenya banjir. malamnya banjir paginya malah banjir. tak ada yang bisa menebak. sepulang dari shering-shering bareng anggota. saya merasakan ada yang aneh di langit yang tiba-tiba mendung. seolah-olah langit ingin menangis tapi malu untuk menumpahkan air hujan. “jangan-jangan deres nih” sambil membatin dan segera  mempercepat kayuhan agar cepat sampai dirumah.

namun tak disangka hujan mulai deras .karena tak bawa tas keresek,terpaksa saya “ngiyup” . biasanya kalau bawa kresek, saya terus saja menerjang tapi kelihatannya untuk saat itu sungguh tak mungkin. beberapa menit hujan semakin deras. ada seorang pemuda yagn ada disamping saya yang pakai motor. “pakai motor saja ngiyup,apalagi saya?” sambil membatin lagi” hujanpun semakin beringas. saya hanya menyaksikan putih. karena angin yang cukup lebat. berteduh tampaknya sia-sia saja . kamipun  membalikkan badan seperti para tahanan yang di periksa, yah itupun agar isi tas tak basah. biarlah badan basah tapi buku tak boleh basah.

Hujanpun agak reda. tapi tiba-tiba menerjang. kali ini membuat saya menutup wajah. “wuih,deresnya” sambil mengintip-ngintip kami melihat mobil pickup berhenti sejenak

“lha ini, mobil saja berhenti apalagi saya? bisa-bisa montang-manting pas berkendara”  yang lebih dahsyatnya lagi, genteng rumah ambruk. pohon ambruk. waduh…. saya hampir mati saat itu. tapi untunglah pohon dipinggir saya tak tumbang. kalau tumbang, bagaimana kuliahnya,kerjaan,belum nikah,belum sukses,belum bayar utang dan lain sebagainya. pikiran saya tak karuan saat itu.

tapi Alhamdulillah hujan pun mulai reda. saya melanjutkan perjalanan pulang. disaat hujan reda,banyak warga yang keluar rumah melhat kejadian dahsyat itu. wuish… saya tak bisa bayanginnya. entah bagaimana rasanya jika saya diposisi saudara-saudara di aceh 2004 silam atau ikut dalam perjalanan bajak laut di zaman bani ustmaniyyah seperti La Barbarosa atau terkenal dengan sebutan  si jenggot merah. wah, bagaimana mereka menghadapi badai? tsunami? jika biasanya saya melihat rumah ambruk di tivi, kini saya menyaksikan sendiri. sambil melihat samping kiri apalagi pas ngelewati sawah, ada warung yang terbuat dari kayu terlempar dua puluh meter lebih ketengah-tengah sawah. dagangan juga morat-marit.

ya Allah. memang akhir-akhir ini banyak musibah baik yang saya alami ataupun kawan. beberapa hari yang lalu juga ada kabar dari akh. hadi kalu di daerahnya ada anak kejebur sungai. hanyut dan baru bisa ditemukan esok harinya dalam keadaan tewas.  membicarakan kematian, saya ingat adik-adik saya satu jurusan sewaktu masih di STM dulu. rizky dan teguh. yang salah satunya pengurus di OSIS. karena say aktif di SKI, ia mengenal saya di organisasi. apalagi satu jurusan. si teguh memang orang yang terbuka. selain shering tetntang nasyid,SKI ia juga sering membicarkan basket meski saya sudah pensiun dari dunia olahraga tersebut 🙂 tapi alhamdulillah saya sudah masuk timnas kok (tim nasyid) 😉

oh,ya ada lagi kabar dari kawan yang menyempatkan silaturahim ke rumah. persisnya enam hari yang lalu. mendengar kabar saja amat ngeri. ketika saya sampaikan ke ibu, kata beliau, memang ada yang angker disana. atau boleh juga dibilang,langganan kecelakaan. seperti kejadian sepupu saya al hadist suwarno yang kecelakaan. aneh,tak ngebut hanya kena air itu saja bisa kecelakaan. sampai sekarng masih sakit dan wallahua’lam yang jelas ada sesuatu disana. atau barangkali kurang kosentrasi ,ngantuk atau memikirkan hal yang memudahkan jin masuk.

kata ustadz saya beerpa waktu yang lalu, memang jin bisa masuk siapa saja. mahasiswa di madinah al munawaroh saja d yang harus diruqyah karena penyakit males. haduh,membicartakan ruqyah saya teringat adik kelas saya . nining. satu SKI semas STM. katanya, jin yang bersam dirinya adalah jin anak kecil.malah mereka akrab. ah,jadi eringat “Amidamaru” he..he.. apalagi komandan saya di polisi pelajar dulu. jin perempuan. suer deh. kalau ngelihat orang diruqyah,memang agak mengerikan. ustad sengaja membahas masalah ini mungkin karena kebiasan kita ngantuk saat pelajaran “mungkin antum ada jinnya kali” he..he..ucapnya sambil bercanda.

membicarakan masalah mistis memang ada juga orang yang tidak terlalu percaya karena ngakunya modern. yah anggapannya sih orang yang percaya hal-hal ghoib adalah orang primitif. tapi sebenarnya tidak juga. tapi kalau mempercayai tempat-tempat angker wah bahaya tuh. karena ndak ada tuh sesuatu yang angker. yang ada hanya kata orang atau sugesti. hmm,mengenai mahluk ghoib,sebenarnya ndak hanya di tempat pilihan aja. siapa tahu di samping antum .hii.hii..hii(gaya mbak kunthi 😉 ) bercanda

 yah ,untuk dua orang yang kecelakaan di daerah angker(kata orang) semoga  segera lekas sembuh.

dan masih banyak cerita dari kawan-kawan nasyid. yah, sekedar curhat saja 🙂 hari jumat malam kita diusir dari tempat latihan biasnya. waduh pekan yang mengesankan menurut saya. tidak bisa terlupakan he..he..  kitapun hanya duduk di halte seperti preman. mungkin karena jaketnya hitam-hitam atu juga mungkn orang-orangnya yang menyeramkan. tapi yang jelas, dengan masalah insya Allah kita akan lebih maju.

membicarakan kematian ,saya jadi teringat syair al-jauzi

“jika menginginkan peringatan,maka kematian cukuplah baginya”

mungkin kita yang mendapatkan cobaan itu sudah takdir dari Allah. agar semakin tabah dan yang disakitkan bisa rontok dosa-dosanya. yah, memang tak selamanya kita bisa benar-benar mengingatNya. mungkin kita bisa sadar ketika kita yang mengalami atau disaksikan kepada beberapa kejadian. jujur ini saya rasakan ketika ad ditengah-tengah badai. betapa lemahnya kita. bisa mati kapnpun dan yang hanya dipikiran kita juga tak neko-neko. dalam keadan genting atau kepepet, .yang ada hanya berlindung kepadaNya. memang manusia agak lalai dengan dua hal seperti sabda Rasullah. yaitu

“kesehatan dan kesempatan”

 *sekedar obrolan ringan.

2 thoughts on “Badai didepan mata

  1. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah..

    Allaahumma yassirlanaa umuuronaa, wa laa tu’assir ‘alaynaa, amin..

    Bicara kebiasaan tidur di kelas, jadi teringat bahwa saya SELALU tertidur di kelas. Semenjak kuliah! Pernah saya tanyakan di sebuah forum kajiannya anak SKI, kata bapak pemateri, mungkin gaya belajar dan sugesti. Ada benarnya sih, karena saya yang kinestetik ni kudu menjumpai kelas besar klasikal yang auditori. Tapi kok ya kebangetan ngantuknya buanyak banget dibanding meleknya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s