Karena kita berjodoh

sebenarnya tak ada keinginan untuk pergi kesana. namun kaki ini tetap saja melangkah. suasana juga telihat seperti biasanya.

udara yang tak terlalu panas dan tak terlalu mendung .  Ditambah angin sepoi yang siap mengantarkan siapapun untuk berpetualang di dunia mimpi dan melihat daun yang tersapu angin, saya teringat beberapa tahun silam. ketika kami saling berbagi keceriaan dan belajar memahami satu sama lain.

Sejak Sekolah, kami memang aktivis. meskipun organisasi induk dari OSIS,tetap saja organisasi ekstern tetap mendominasi. hari sabtu kemarin, saya menyempatkan diri untuk berkunjung di sekolah. saya heran kenapa ada alumni SKI disini, ketika ditanyakan eh ternyata sama juga. tak ada faktor apa-apa. ia datang kesekolah karena sesuatu yang sulit dijelaskan.

beberapa saat kemudian datanglah akh.hasan (kini kuliah informatikan) dan akh lutfi (kalau yang ni kuliah ekonomi syariah). saat ditanya eh ternyata sama juga. tak lama kemudian datang alumni yang lebih berumur dari saya. kira-kira lima tahun diatas saya. ia tersenyum dan menyalami kami satu persatu.

“Eh denger-denger antum mau…”

“Wah..wah jare sinten mas, ono-ono ae”  saat ini alumni tersebut sudah memiliki anak. masih berusia tujuh bulan. sejak kelas Satu SMK kami sudah mengenal. sunguh,hari ini saya tak menyangka kalau seramai ini. tak lama kemudian datanglah akh.hadi yang mengajak saya untuk jenguk alumni angkatan 19 (adik kelas) . kemudian kami kembali lagi jam delapan malam.

saat kami melewati gerbang,tiba-tiba ada suara memanggil saya. suara yang tak asing lagi.

“Woi fek …” akh hadi langsung ngerem dan menleh kebelakang. saya langsung turun dan menuju pos satpam.

“Assalamuaaikum “ternyata teman saya yang sudah tiga tahun tak berjumpa. yah maklumlah saat itu ia ada di kalimantan.

“Waalaikumussalam. handi rek. tambah seger iki”

“Masya Allah. iki hadi ta. tambah bedo ae” tanya handi.

“Biasalah”

“Eh,hadi wis nikah lho” sahut si hasan yang kebetulan ada disana.

“Wuih, ya Allah tambah sukses rek”

“Duwe percetakan sisan” sahutnya lagi

“Ya Allah, konco-koncoku rek” ucapnya lagi. setela menanyakan kabar handi menawarkan untuk amakan. tetntu saja tidka boleh dilewatkan.

“Ayo wis” kamipun menuju taman wisata dan membeli bakso disana. ada saya ,hadi dan handi. nah, si handi yang cuti dua minggu dari kerjanya ini sangat tidak menyangka bisa bertemu kita.

“Nggak nyongko rek,masih adoh nek jodoh yo tetep jodoh” yah kami ingat saat masih sekolah dulu. akh hadi aktif di rohis,saya di organisasi penegakan displin sekalius rohis nah si handi adalah wakil ketua OSIS. siapa yang tidak mengenal si handi. tentu semua tahu betapa aktifnya orang ini. semangat beroganisasi ditambah lagi keterampilannya melobi sesuatu. hmm,kami ingat saat masih aktif di organisasi dulu.

meski kita beda organisasi, kita bisa dibilang kompak. tahun 2007 lalu saya dan handi juga ikut memenangkan lomba simulasi anti narkoba juara 1 dengan skor telak. subhanallah. saat krisis keuangan dalam organisasi juga demikian, terutama kami yang rohis . dana dari sekolah memang tidak begitu banyak. siapa lagi yang bisa di ajak bicara kalau tidak dengan sobat-sobat osis.

saat lomba gerak jalan juga demikian, alhamdulillah kita menjadi juara 1 tingkat kabupaten 3 kali berturut-turut.  hmm, saat kami makan bakso kami mengingat masalalu yang ternyata sangat berkesan.

“Kalau jodoh,nangdi wae awak dhewe iso ketemu” meski ia kerja di kalimantan,eh kita ya tetap bertemu. hari sabtu saat itu memang uniuk. tak ada yang memanggil memang. boleh juga di bilang “panggilan hati”

Kami alumni siswa STM memang tak memiliki impian muluk. kami hanya ingin menjadi orang baik dan bisa menyejahterakan diri (dulu) kalau sekarang,liat adik-adik toh tak jauh beda dengan siswa SMA. kata si handi “kok cengeng-cengeng” he..he.maklumlah dulu kita terlmasuk oran yang garang-garang. bukan lakinya saja. perempuan juga garang juga.

kata orang sidoarjo,masuk Sekolah kami adalah sebuah kebanggaan. sekolah yang didirkan pak habibie.  saya juga ketemu alumni 1999 yang kebetulan ada di masjid. katanya, saat jaman dulu. sekolah memang tidak bayar.  malahan di bayar, sejak kerjasama sekolah terputus, hmm semua di putus termasuk uang saku,bus dan lain-lain. untungnya kita memiliki bengkel sendiri.

mengingat masalalu kadang indah kadang sebaliknya. yah meski saya bukan siswa terbaik tapi setidaknya saya bangga sekolah disana. karena sekolah disana, saya merasakan rasanya memegang piala,rasanya menjadi juara,rasanya mendapat beasiswa,rasanya masuk tivi(meski tivi lokal), masuk koran dan yang terpenting disana  saya mendapat banyak teman 😉 . meski saat ini teman saya ada di berbagai daerah bahkan negara. toh yang namanya jodoh ya tetap jodoh. kalau tidak bisa bertemu di sini,mungkin bisa bertemu disana. di kalimantan,di jakarta,di jepang atau di perancis barangkali 😉

usai ngobrol di NTB 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s