Menerbitkan buku itu tidak gampang

Banyak orang yang mengatakan menerbitkan buku sendiri itu gampang. tapi nyatanya saya benar-benar merasakan.ternyata menerbitkan buku sendiri itu memang agak merepotkan. mungkin ada yang menganggap gampang karena saat ini banyak sekali penerbitan indie yang memberikan fasilitas lengkap mulai editing sampai cover dan itu mudah bagi penulis. tinggal kirim naskah mentah kemudian duduk manis dan terbitlah.dengan catatan ,itu yang punya uang lebih.

ada juga yang memberikan fasilitas murah tapi tetap saja,. bagi saya terlalu mahal he..he..:-) yang disesalkan,saat ini banyak penulis yang setelah mengeluarkan karya namun tidak bisa kembali modalnya. ini bukan bahas soal materi lho tapi sungguh,kalau niat menerbitkan sendiri tentu ada jiwa enterpreuner untuk jual buku kita. yah kecuali bagi orang yang menerbitkan buku karena alasan hanya sekedar menerbitkan. satu akarya sudah cukup. dalam hal ini,penulis jelas yang dirugikan. sudah bayar dengan fasilitas lengkap namun dapatnya tidak sesuai dengan modalnya.  tapi semua itu tergantung niatnya. kalau ingin jualan ya itu yang didapat kalau ingin hanya terbit yaitu hasilnya. 🙂

akhr-akhir ini saya agak kewalahan dengan naskah yang masuk. sejak februari yang lalu. saya bikin penerbitan kecil yang intinya bisa membantu saya sendiri menerbitkan buku eh ternyata ada teman yang ingin menerbitkan. bahkan yang teranyar kali ini,garap buku dosen saya sendiri.

Tapi menyenagkan juga berpetualang didunia yang satu ini. Sampai saya tidak bisa mengupdate blog dengan tepat waktu :-p

ada dua alternatif untuk menerbitkan buku sendiri.

Pilihan pertama : menerbitan dengan bantuan jasa penerbitan. Saat ini sudah banyak seali bukan? Silahkan pilih mana yang sesuai dan alau bisa kita tahu mereka. Ada banyak pilihan mulai dari yang gratis sampai berbayar. Enaknya jika menggunakan sistem ini, penulis indie hanay duduk dan menanati terbit. Selebihnya masa depan buku tergantung penulis.

Kalau lau pasif ya tidak bisa terjual dan hanya terpampang di web penerbit indie tersebut. Mengenai bagi hasil atau royalti tentu tidak adil. Dulu, ada yang membagi 50 persen untuk penulis dan oenerbit. Searang malah 15 persen. Haduh kasihan penulis. Tapi itu bisa di atasi dengan all out menjual naska h kita. Buku indie tergantung penulisnya bisa menjual dengan bagus atau tidak.

Pilihan kedua : adalah menerbitkan sendiri. Sekalipun ada campur tangan dari orang lain. Yang namanya self publising. Berarti kita yang sepenuhnya menguasai. Ada juga lho penerbit yang menggunaan layanan ini. Mungikn bisa membantu di cover,layout dan untuk cetak dan sepenuhnya ita yang menentukan. Untuk pembagian 15 persen di pilhan pertama tentu masu akal karena ssemua yang ngatur penerbit. Jadi cetak dan yang lain-lain di urus penerbit. Penulis hanya mempromosikan saja. Jadi wajar.

Menerbitkan buku sendiri memang tidak mudah. akan tetapi bisa dilakukan. apapun pilihannya .

Iklan

One thought on “Menerbitkan buku itu tidak gampang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s