Kabar dari sahabat

Beberapa bulan yang lalu, saya melihat pemuda yang berjalan berseberangan dengan saya. cara berjalan dan postur tubuhnya membuat saya teringat sesuatu. setelah wajahnya terlihat jelas,barulah saya arahkan sepeda saya dan berhenti tepat didepannya. persis seperti orang mau ngerampok barangkali. ๐Ÿ™‚ ia juga kaget ketika saya langsung menyalami. awalnya ia merasa aneh tapi tiba-tiba ia tersenyum.

“Lho,topek teko endi pean?”

“Dari Ketintang”

“Ooo”

“Peno kuliah ta dit?”

“Iyo”

“Nyandi?”

“IAIN Sunan ampel jurusan PAI” subhanallah. saya merasa kagum dengan pemuda yang satu ini. namanya Didit. teman satu SMP dulu. ia tak banyak bicara tapi banyak bertindak. tapi terkadang juga tertindas sama seperti saya. saya beruntung bisa bertemu dengan didit. yah,setidaknya tidak terkontaminasi seperti teman-teman. dan yang lebih mengesankan,ketika jam istirahat, kami biasanya bawa sarung dari rumah. bel istirahat berbunyi,kami berlari menuju mushola. ย untuk shalat dhuha. awalnya tak tahu shalat dhuha itu apa tapi perlahan mulai tahu. ah,sudah lama sekali. melihat posturnya saat ini. kulitnya masih sama,tingi juga sama. seperti saya dan pilihan pendidikan juga bisa ditebak. dari dulu,ia memang terkenal religius. boleh dibilang pak kiyainya kelas 7C

saya menanggapnya sebagai guru di madrasah kehidupan. saya belajar banyak hal dari ia secara tak langsung. melihatnya yang aktif shalat dan kegiatan positif lainnya. itulah eknapa saat saya SMP,saya tidak begitu suka dengan teman-teman yang agak alay. meskipun banyak yang mengaggap kami kuper,toh inilah jalan kami.

kalau bicara tentang SMP,saya ingat guru matematika. waduh saya selalu di olok-olok karena tidak bisa menggarap. bahkan pernah berdiri sejam karena masih mikir. agak lo-la memang ๐Ÿ™‚ tapi terakhir saya kesana, saya malah di sambut baik.

“Ya allah taufiq,muridku sing ngganteng dhewe” he…he. inilah orang yang mengaggap saya ganteng setelah ibu ๐Ÿ˜‰ .aneh padahal dulu suka marah-marahin saya tapi kenapa seramah ini. mungkin karena sering ke smp kali ya. sampai saat ini meski sering dimarah-marahi semasa smp,saya kadang kangen juga dengan guru itu.

“Lha pean,saiki teng endi?” tanaya si Didit

“Pas lulus,kerjo dulu ke beberapa perusahaan tapi saiki kuliah sambil kerjo”

“enak wis nyambi kerjo.”

“He’em”

“iyo ta? oh,iyo pean juruan opo?”

“Bahasa arab”

“Wuih mahir yo” mahir apanya? nilai saya maqbul terus. saya hanya tersenyum tak bisa menjawab. haduh, malu. apalagi semester ini,malah ngulang he..he..

“Kapan-kapan mampir lah nang umahku,mumpung jam-jam tenang” lanjutnya. saya beruntung karena bisa bertemu teman saya saat SMP. sudah hampir lima tahun lebih tidak ketemu. tapi sejak dulu wajahnya tetap sama. (sama-sama lebih hitam kali ya) he..he..

One thought on “Kabar dari sahabat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s