Dibalik penggarapan buku “sang pemetik cahaya”

Memetik cahaya dari kehidupan memang tidak mudah. sebenarnya masalah yang sepele sekalipun bisa kita ambil hikmahnya. seperti karya akh chif yang satu ini. bahasanya memang indah. boleh juga di bilang nyastra dan apa adanya.

Sebelum hari H tepatya satu minggu, bada isya akh chif nelpon dan esoknya ia kirim filenya. tidak begitu banyak. sebelum baca seluruhnya,saya baca pegantar dari kang rafif amir (ketum FLP Sidoarjo) yang cukup banyak. kemudian dilanjutkan prakata dari penulis.

agak merepotkan juga karena dalam waktu kurang dari satu minggu, buku harus selesai. mulai cover sampai cetak dan ALhamdulillah selesai 😉 . mepet juga karena hari ahad ada cara silaturahim di GOR. jadi tidak bisa hadir di resepsinya. tapi sunguh, ada suka duka dibalik penggarapan buku ini. sempat hilang file masternya padahal udah selesai,tiga jam di depan komputer tapi belum dapat inspirasi saat bikin cover  (padahal billingnya muter terus) alhamdulillah di waktu yang lain,cover selesai dalam waktu 10 menit. 🙂 dan saat nganter barngnya, saya dan teman saya (fatchul) sempat nyasar tapi untunglah, qabla maghrib sudah sampai tujuan.

 oh,iya kalau antum penasran, bisa baca testimone dari sahabat-sahabat kang chif. berikut petikannya.

sifatnya sangat pribadi. Bercengkerama dengan rakyat kelas bawah pun ia jalani sepenuh hati. Membuat kita tahu apa yang terjadi di dunia mereka yang selama ini mungkin tidak menarik dikarenakan pesona mereka yang kurang memikat. Juga pernah “dikerjai” oleh seseorang, lagi-lagi karena kepolosannya yang bukan dibuat-buat tapi begitulah adanya. Kisah pribadi pun ia sajikan dengan tulus. Mudah-mudahan dengan hadirnya tulisan ini sebagai souvenir pernikahan beliau, dapat mengingatkan kita, memberi pencerahan, dan memperluas cakrawala berpikir karena banyak pelajaran yang dapat dipetik di dalamnya.” [Ihsan Iswaldi – alumni Dept. Kimia Analisa – Granada University– Spanyol].

“Lewat buku ini kita bisa melihat sesuatu yang sederhana menjadi istimewa, bermakna, dan nyastra!”

[Ellita Permata Anwar – alumni Sastra Inggris – UGM].

“Jangan terkecoh! Chifrul yang saya kenal tidaklah semeliuk-meliuk tulisan-tulisannya ini!”

[Iqbal Lathif – sahabat dan penulis buku “Dear Allah”]

“Benarlah bahwa selalu ada cahaya yang bisa dipetik dalam keseharian hidup kita. Setidaknya, itulah yang dilakukan sang penulis. Lewat untaian kata yang puitis, ia membagi cahaya itu pada siapa saja yang membaca buku ini.”
[Sari Yulianti, Penulis buku Surga di Telapak Kaki Ayah]

     “Setelah membaca tulisan-tulisan di buku ini, Cuma satu kalimat yang muncul dalam benak : WOW!!! Selamat datang penulis muda berbakat!” [Abdul Halim – mahasiswa S2 Teknik Kimia – ITS]

ingin punya bukunya? 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s