saya seperti mesin diesel?

Mesin DieselBeberapa waktu yang lalu saya menyempatkan diri untuk sambang ke SMP. alasan saya ada dua. yang pertama untu silaturahim ke guru-guru.dan yang kedua sekalian legalisir ijazah 3 lembar.

yang membuat saya terharu,ternyata pak bon,petugas kantin masih ingat saya 😉 apalagi para guru. saat di ruang T.U yang ada pak didik,pak hendra dan yang lain. ada guru baru cukup banyak . saya agak bingung juga tapi tak apalah.

“Wuih..”sapa pak nanang. sst,guru iniadalah guru yang paling tidak suka dengan murid yang namanya taufiq kelas 9 C. entah bagaimana ceritanya. setiap ada kesalahan selalu saja ditujukan ke saya. wah..wah..saya juga agak jengkel. tapi anehnya saat ketemu kemarin, pak nanang tersenym kesaya. bukan dibuat-buat. dan ini adalah senyuman tulus pertama beliau ke saya 😉

ada juga pak Hendra. saya merasa di anak emaskan karena prestasi saya di bidang olahraga. padahal tidak terlalu hebat. masih banyak yang hebat seperti topan,rodi ataupun wahyut. pernah waktu itu saat ada turnamen bola basket, saya dan empat pemain inti di beri jam spesial. 1 minggu tidak ikut pelajaran 😉 kebijakan itu berlaku saat dulu. kalau sekarang mana mungkin. saat saya masih di SMK,saya sering ketmu beliau saat entry data calon siswa SMP. maklum saja, SMK saya belajar dulu adalah pusat entry data di kabupaten sidoarjo. jadi kalau ada kesempatan,kadang saya nyelonong masuk ruangan dan internetan. lumayan  😀

ada juga bu nanik. guru kesenian yang menurut saya sangat kreatif. tidak salah jika beliau guru kesenian. saya selalu tertawa kalau beliau menilai gambar saya. komentarnya sangat pedas,bernas dan menusuk hati.saking dalemnya, sampek masih teringat hingga sekarang.

Dab singkat cerita. setelah berbincang-bincang dan legalisir sudah diterima. saya berpamitan sama pak didik. guru Pkn di SMP dulu. orangnya tegas,berwibawa dan ditakuti para siswa. suaranya seperti halilintar. bikin merinding pula.

“Sudah kerja?”

“Alhamdulillah sudah pak.” beliau melihat berkas-berkas yang saya bawa dan sektika itu beliau langsung menilai saya. tak sekdar menilai. beliau adalah guru BK yang tahu siswa-siswanya. bahkan ia ingat betul karakter saya saat belajar dulu.

“Hmm,sudah tahukan bagaimana susahnya belajar?”

“Iya pak.” saya menjawab agak malu-malu.

“Kalau kamu dari dulu serius saja dikit,mungkin kamu bisa unggul dari teman-temanmu. sekarang tahu sendiri kan? bagaimana rasanya tertinggal jauh dari teman-temanmu.”

“Iya pak.” mau bilang apalagi. saya hanya bisa mengiyakan saja.

“kalau diibaratkan mesin, kamu bukan seperti turbo atau jet. tapi mesin diesel. dipanasi dulu baru bisa jalan.” itulah pesan terakhir sebelum saya pulang. “mesin diesel”  yah, memang saya saat SMP tidak sepintar Sri Indarti atau sehebat syifaa’h atau hanik. ini masih mending daripada mesin mati. biar lambat asal selamat 🙂 . tapi kalau ada kesempatan,saya akan memodifikasi diesel saya agar kecepatannya berpuluh kalilipat melebihi mesin jet. 😉 dan mengejar ketertinggalan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s