Kami dan Aku

unduhanPernah baca Al-Qur’an? seringkali kita menjumpai bahwa ada kata ganti “Aku” dan kata ganti “Kami”. pembahasan ini saya ingat saat masih sekolah dulu. pernah seorang Ustadz mengatakan bahwa ada orang yang murtad gara-gara salah menafsirkan kata “Kami”. lho kok bisa? karena baginya kami itu lebih dari satu. ia menganggap Allah itu lebih dari satu.  Naudzubillah.

Maka dari itu, Ustadz tersebut menyarankan kepada kita anggota Rohis agar hati-hati dan tidak perlu ragu untuk bertanya kepada orang yang lebih paham agama. bisa pak usdadz,pak yai,Ayah,teman dsb.

Mungkin banyak teman yang tahu maksud kata “Kami” dan mungkin juga banyak yang tak tahu. terlihat sepele memang,namun cukup penting untuk diketahui untuk menyingkirkan keraguan dalam hati.

Oke, kita lanjutin saja ya. 🙂

Kata ganti Kami dalam Al-qur’an misalnya. coba antum lihat ayat ini “Sesungguh-Nya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al Hijr 15:9)

kata Kami disini bukan menunjukan Allah lebih dari satu seperti orang yang  memutuskan murtad tadi. namun memiliki arti perantaraan.

maksudnya, penggunaan kata Kami disini adalah melalui perantaraan. coba perhatikan “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an” kalau kita rujuk shiroh. apa Allah yang menurunkan Al-Qur’an langsung ke Rasullah SAW? tentu tidak kan? Allah memerintahkan Jibril untuk menyampaikannya.

contoh lain seperti “Dan Kami-lah yang menurunkan Rizqy.” kata ini juga sama. memang Allah menurunkan rizqy langsung? tentu tidak. kita beda dengan nabi Isa yang bisa berdo’a agar diturunkan hidangan dari langit kepada Hawariyyun.

Tapi Rizky itu bisa kita dapatkan melalui proses. yaitu bekerja. nah gajinya tentu tak dari Allah langsung. tapi dari bos kita 🙂

intinya penggunaan Kami adalah kata yang digunakan Allah melibatkan pihak lain. seperti tadi. yang menurunkan Al-Qur’an dan menurunkan Rizky. kata Kami juga banyak kita temukan di ayat-yat yang menjelaskan penciptaan maupun tanda-tanda ciptaanNya.

Sedangkan kata ganti “Aku” misalnya

“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60).

adalah penegasan. artinya kalau berdo’a ya minta kepada Allah. tak boleh melalui perantaraan lain. bukan begitu 🙂 mana ada, ayat “Berdo’alah kepada Kami” tentu tak ada kan?

pertanyaan model ini,muncul dijaman-jaaman sekarang. nah dijaman Rasullah dulu? karena pada jaman dahulu, iman sahabat-sahabat benar-benar luar biasa

“sami’na wa atho’na”

Intinya, Allah lebih tahu daripada kita. apalagi dalam segi Bahasa, kita tak ada apa-apanya. jadiAllah lebih tahu dari kita. karena Dia yang maha tahu.

Wallahua’lam bishowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s