Mahasiswa Bandel

bookKultur mahasiswa di Sidoarjo bukanlah mahasiswa murni. boleh dibilang mahasiswa jadi-jadian. jika mahasiswa surabaya “kuliah nyambi kerja” lain lagi sidoarjo, kalau sidoarjo “kerja nyambi kuliah” jadi kuliah itu nomor ke….yang jelas bukan nomor satu atau masuk lima besar.

Kelas saya adalah kelas beasiswa. mahasiswanya juga beragam. dari yang paling muda sampai yang tua. ada juga yang usianya 40 tahunan. saking sepuhnya, kami memberi reward dan mengangkatnya sebagai ketua kelas.

Nah, mahasiswa beasiswa ini cukup unik. ada yang datangnya suka terlambat bahkan ada yang beberapa hari dalam seminggu. ada juga yang cuman ngumpulkan tugas saja. benar-benar unik lah. ๐Ÿ™‚

alkisah, saat UAS. saya tak tahu hari itu UAS atau tidak. maklum saja ,pikirannya bukan hanya kuliah. kebetulan itu pekerjaan saya sudah kelar. tepatnya bada maghrib. tapi kok ada yang ganjel? saya baru tahu juga kalau ternyata ada UAS dikampus.

hadeh, perjalanan dari rumah membutuhkan 45 menit. itupun pakai motor. dengan hati berdebar saya berangkat dan sampai disana pukul 19.20 (padahal jam pertama selesai 19.30) itu waktunya cuman 10 menit untuk menggarap soal.

saat saya datang, aura itu benar-benar saya rasakan. teman-teman melihat dengan suka ria. malu… saat menuju ke dosen saya agak ragu.
“berangkat dari rumah jam berapa?masuk kuliah jam berapa?terlambat, butuh waktu berapa menit untuk mengerjakan soal?”
“sepuluh menitan lah pak.” lalu saya mengambil lembaran soal dan mengerjakannya. jam kedua ada mata kuliah lagi. haduh saat itu saya mengerjakan dua mata kuliah dalam satu waktu. (tindakan ini jangan ditiru dirumah) tapi ternyata,tak sampai sepuluh menit, soal bisa terselesaikan. gampang juga he…he.. saat itu materinya ilmu pendidikan.

sejak kejadian itu,saya mulai datang tepat waktu. tapi
uniknya, hari selasa dan selanjutnya, banyak orang teman-teman kelas jejak saya. datang terakhir-terakhir. mungkin mereka juga memiliki motto “lakon menang keri” he..he.. padahal kalau bisa awal kenapa harus terlambat?

saya takut karena sikap ini mengajak teman-teman keluar dari jalan yang semestinya(ikut-ikutan terlambat) padahal bukan itu maksudnya. tapi mungkin mereka(teman-teman) melihat dari sudut pandang yang lain. efesiensi waktu mungkin ๐Ÿ™‚

*cuap2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s