Selamat jalan Saudaraku “Mishbakir”

10360236_10201171537450305_597697918990970722_nSaya ingat bagaimana ia merancang sebuah sekolah impian di sebuah lembaran.Yah, terkadangia sembunyikan karena sungkan saya lihat. Ia juga sering browsing mengenai pembangunan sekolah. Mengenai kurikulum, izin pendirian yayasan dsb. Meski saat itu ada pelajaran kuliah yang penting.

Saya juga tahu ia akan memulai bisnis jualan es krim dan bermaksud menjadikan banyak cabang. Saya tahu karena ia minta ke saya untuk desainkan beberapa spanduk untuk usahanya. Saya juga tahu kalau beberapa minggu ini, ia selalu nebeng ketika berangkat kuliah karena ada beberapa hal yang membuat ia tak bisa naik motor lagi.

Ah,tak percaya rasanya. kadang dua minggu ini saya hendak mengirim SMS ke akh misbakir seperti biasanya. “akh,apa ada dosennya?” Ketika sms itu hampir terkirim,saya baru ingat. yaa bukankah sudah pergi tanggal 16 mei lalu? Bahkan sahabat saya di kampus juga sama. Mas amilin namanya. Ketika menaiki tangga menuju kelas, ia selalu berkomentar.

“nggak nyangka….nggak nyangka…”

Sama, ketika mendapat SMS pertamakali

saya juga tidak menyangka. Apalagi sumber smsnya juga kurang valid. Maklum yang sms adalah orang yang suka guyonan, saya kadang kurang percaya. Tapi setelah ditelusuri,ternyata informasinya benar. Akhirnya Jam 9 saya bersama temen-temen KAMMI sidoarjo berangkat menuju desa cangaan,ujungpangkah di gresik sana.

Saya ingat ketika pertama kali dolan ke gresik sana. Dengan sepeda onthel, jarak yang saya tempuh adalah 7 jam lebih. Saya juga ingat ketika ia mengkoordinir rekan-rekan organisasinya dengan matang dan terencana meski dengan anggaran yang sedikit tapi acara sukses.

Saya juga ingat, ketika ia mengomentari pergantian pengurus BEM fakultas yang tak ubahnya seperti rapat anak SMP. Saya juga ingat ketika ia menyindir saat memberikan undangan pernikahannya

“kapan ente?” sambil tersenyum dengan mata menyipit.

Saya juga ingat ketika tiga hari sebelum ia dipanggil Allah, saya mencantumkan wajahnya saat presentasi di power point. Tak hanya itu, saya juga mengedit footnya terlihat seperti karem benzema dan sempat membuat teman sekelas kaget. Maklum,saat itu saya bikin quiz untuk teman-teman. Tak sengaja mencantumkan fotonya.

Saya juga tidak tahu kenapa harus foton itu yang saya pasang? Padahal saya juga menyiapkan foto-foto teman yang lainyang sudah di edit. Saya juga merasa bersalah. Apalagi mbak Emi menyindir kalau sikap saya keterlaluan di hari itu. yah,mana saya tahu? yang saya tahu akh misbakir orangnya sabar. Saya jamin ia tak marah meski saya tidak izin pasang fotonya.

Bahkan mbak Emi juga bercerita saat beberapa jam sebelum dipanggil Allah, akh misbakir memakai kemeja putih. padahal jarangan sekali ia memakai kemeja lengan panjang. Karena biasanya ia berpenampilan alakadarnya. Kalau nggak kotak-kotak ya baju takwo lah. tapi siapa sangka jika hari itu adalah hari terakhir ia presentasi dan hari terakhirnya kuliah.

Terkadang saya merinding sendiri karena ia pergi tak ada sebab. Tak sakit dan tak kecelakaan. Mungkin itu semua sudah diatur oleh-Nya. semoga engkau mendapat terbaik disisiNya ya akhy.

Cepat atau lambat,kami juga akan menyusulmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s