Serunya KM Fiksi FLP Sidoarjo

aKelas menulis dengan orang segelintir ini mengingatkan saya ketika berada di rumah baca Az-Zahra ketintang dulu. 🙂 Sebagaimana jadwal yang saya agendakan 4 bulanan,Jadwal pekan ini adalah kelas menulis fiksi.Tapi sayangnya banyak yang berhalangan hadir karena sibuk.

Ada yang izinnya beberapa hari sebelum kegiatan. Ada juga akh muiz yang pulang kampong karena tanggal 1 juni besok akan menikah. Semoga lancar mas ;-). Semoga jadi keluarga yang SAMARA J. Bahkan ada juga yang izinnya beberapa jam sebelum acara.hadeh 😀

Tapi Alhamdulillah ada yang datang dengan karyanya masing-masing. Seperti mas rafif,mbak Mega dan mas rizal. Saya juga bawa. Mbak nunu juga hadir. Tapi tragisnya ndak bawa cerpen. He..he.. lho tapi sayamaklumi lah karena kesibukanya menulis blog dan menulis yang lain. Maklum, mbak nunu el fasa ini orangnya sibuk banget keliatannya J he..he.. sori mbak nu :-p

Meski orangnya Cuma sedikit, tapi bedah cerpennya memakan waktu tiga jam lebih. Karena penilainya cukup kritis. Saya jadi rindu saat KM dulu. Menulis kemudian di kritik habis-habisan. Selain banyak pengalaman,banyak juga informasi yang perlu diketahui ketika menulis cerpen.

Banyak yang bilang cerpen saya hari itu “lampu petromak mini” lebih mirip curhat atau kisah inspiratif. Ada juga yang mengatakan “kagak ada konfliknya.” Padahal ada juga sih menurut saya J dan yang paling membuat saya lupa adalah mengenai karakter tokoh yang kurang jelas. Yah,itulah kerumitan menulis cerpen. Meramu cerita sedemikian rupa dengan tokoh yang bisa digambarkan meski hanya dengan beberapa paragraf. Ada juga yang mengatakan cerpen saya kagak masuk akal.

vAda juga anggota lain yang dikritik karena ceritanya “klimaks” terus. Perang terus dan gelut terus. He..he.. maklum, orangnya menceritakan kisah fantasi yang kadang membuat kami bingung . sebenarnya kami semua bukan karena bingung sih, tapi imajinasi kita mungkin nggak mampu sampai Ada juga anggota yang dikritik EYD yang semrawut. Sehingga kalau dibaca menyakitkan mata. Bahkan ada yang terlalu banyak deskriptifnya sehingga terkesan membosankan . macem-macem dah pokoknya.

Bedah cerpen jari itu berlangsung cukup lama. Karena sebelum bedah cerpen,sang penulis menjelaskan proses kreatifnya menulis saat cerpen tersebut. Ada yang terinspirasi game,ada juga yang terinspirasi kisah nyata,ada juga yang terinspirasi filem.

Bisa dibilang agenda itu cukup seru juga. padahal kegiatan biasanya cukup singkat. Sebelum dhuhur mungkin sudah selesai. Apalagi kalau cerpen yang dibedah 20 orang orang, mungkin sampai maghrib kali ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s