Madrasah Kehidupan

Di sinilah tempatku belajar

Ketika matahati terbenam

kita tak kan tau apakah hati memiliki mata atau tidak

namun kebanyakan dari kita meyakini adanya matahati

seperti meyakini adanya matahari

yang selalu menerangi tiada henti

jika matahari terbenam

langitpun menjadi gelap

jika matahati terbenam

jiwapun menjadi gelap

(may 2012)

Alhamdulillah, buku pertama

 Judul : Kutemukan Cinta dijalan ini

 Penulis: Akh Taufiq

Tebal : 60 hal

Penerbit : Darul insyirah

ISBN : 978-602-98938-5-4

Cetakan pertama : April 2012

Beberapa minggu yang lalu ada seorang  yang sms untuk ngisi nasyid di acara kajian remaja. jika biasanya dorprize acara adalah buku. mungkin ini adalah kesempatan untuk saya.tanpa pikir panjang saya menjanjikan nyumbang buku karya sendiri. yah kalau tidak dipaksa memang tidak selesai-selesai. jujur saja,hampir setahun saya tunda naskah ini dan Alhamdulillah dua minggu revisi akhirnya selesai juga. dengan proses penjilidan satu hari he..he.. sebelum acara, buku kemudian saya bungkusi dengan plastik dan dipanasi dan Alhamdulillah akhirnya selesai juga.

 Mungkin ini perrtama kali saya menulis buku sendiri. bahkan nerbitkan sendiri.ngelayout sendiri desain cover sendiri .yah maklum saja, itu karena minim dana.tapi saya bersyukur karena bisa terbit. dan tujuh eks akhirnya dibuat doorprize di acara tersebut.

Tidak sampai disini saja. Baca tulisan ini lebih lanjut

Acara bareng Mas Md Aminuddin.

mas amin dan arek FLP sidoarjo

mas amin dan arek FLP sidoarjo

Kalau antum pernah baca novel Tembang ilalang terbitan Pro-u media, pasti tahu nama Md Aminuddin dan yang lebih mengagetkan lagi. eh ternyata rumahnya tidak jauh-jauh amat dari rumah saya. sekitar 4-5 kilometer lah.  ;-) .

Hari ahad tanggal 18 maret 2011 ada acara bareng mas aminudin. yang ngadain temen-temen FLP sidoarjo. beuh. sebenarnya acaranya sudah dirapatkan dari dulu tapi masih saja kurang maksimal. saya sempat kewalahan. dio hari ahad,dengan langkah yang lunglai dan lesu saya datang di acara tersebut. meski  anggota menyambut saya dengan gembira, toh saya tetap masih mengantuk. Baca tulisan ini lebih lanjut

buku tebal 60 hal seharga Rp 500.000 / eks

judul ini bukan rekayasa lo. suer. beberapa hari yang lalu,saat dosen mengajar. hape saya berbunyi. karena penasaran,saya intip sms. “akhi.buku kristologi dan kosmologi satu eks dibeli 500.000 Alhamdulillah :-) sungguh tak terbayangkan . apa iya. subhanallah. buku terbitan Dar-insyirah yang terbit belum sampai satu minggu tenyata ada yang mau membayar sebesar 500.000 . tidak tebal memang. hanya 60 halaman. namun itu adalah buku yang memuat saya agak sedikit stress saat pengeditan. hmm,buku model seperti memang butuh kejelian. sesnsifitas juga. alhamdulillah, tepat satu bulan penggarapan akhirnya selesai dan dicetak.

Dua hari usai cetak, mas zein el arham mampir kerumah. meski hujan mengguyur, seperti biasanya, selalu saja nyasar. kasus ini juga terjadi pada beberapa korban seperti teman-teman dari STIS surabaya ,unesa atau fkm unair bulan februari kemarin tapi ini lebih parah. mas zein datang sambil pakai jas hujan. beuh, semangatnyo. akhirnya ketemulah gubug kecil he..he.. Baca tulisan ini lebih lanjut

novel sin tiauw hiap lu

sin tiap hiap lu adalah Yo Ko. hmm, pastinya teman-teman pernah menyaksikan film yo ko terutama ditahun 90 an. diperankan mas andy lau dan mbak idy chan (versi 1983) atau yang 1995 atau juga yang ada di indosiar yang versi 2006. dan saya baru tahu kalau sebenarnya itu diangkat dari novel trilogi chin yung. di novel pertama, kita biasa mengenal dengan The legend of condor heroes atau legenda pendekar rajawali atau pendekar pemanah rajawali yang tokoh utamanya adalah kwe ceng. nah,kwe ceng ini ternyata juga sering muncul di novel kedua yaitu sin tiap hiap lu yang menceritakan yo ko.

sin tiap hiap lu atau the return condor heroes atau kembalinya pendekar rajawali. adalah novel kecua dari trilogi condor heroes. jika novel pertama menceritakan pendekar hebat Kwee ceng maka di novel ini menceritakan Yo Ko alias anaknya Yo kang ( adik angkat kwee ceng).

Berbeda dengan ayahnya yang di novel sebelumnya , Baca tulisan ini lebih lanjut

Tak Sekedar berkarya

jujur nih,saya itu bukan orang yang suka baca atau nulis sejak kandungan. :-) atau suka baca sejak kecil. karena dari kecil, buku sulit untuk ditemukan. karena bagi keluarga kami, beras itu lebih penting daripada buku. tapi saya suka sekali dengan buku. maklum,orang kecil seperti saya sangat merasa wah kalau melihat buku. sejak STM,barulah memulai mengoleksi buku-buku. appun itu. novel,non fiksi,faksi,kumpulan cerpen dan hadiah dari teman-teman.ada juga hadiah dari sebuah perlombaan.

memulai menulis itu berlangsung ketika saya di SMP. karena saya termasuk siswa yang kurang beruntung. saya sering melampiaskan emosi melalui pelajaran bahasa indonesia. kalau teman-teman tak suka dengan pelajaran mengarang, saya malah lebih suka. karena dari situ saya bisa meluapkan segalanya.

perjalanan menulis juga bermacam-macam. sengaja postingan ini dibuat karena pagi tadi ada shering seperti biasanya dengan temen-temen FLP sidoarjo. ada yang menarik disini mengenai perjalanan kepenulisan. seperti mas cucuk. yang karyanya sudah tersebar di indonesia. yah,anggota kita memang dahsyat. belum jadi anggota saja sudah punya karya. :-) Baca tulisan ini lebih lanjut

Badai didepan mata

Kejadian nyata ini  saya alami dihari ahad. tepatnya ba’da K.M.A dan kita pasti tahu kalau cuaca dinegeri 1001 tikus ini memang tak menentu. siangnya panas namun sorenya banjir. malamnya banjir paginya malah banjir. tak ada yang bisa menebak. sepulang dari shering-shering bareng anggota. saya merasakan ada yang aneh di langit yang tiba-tiba mendung. seolah-olah langit ingin menangis tapi malu untuk menumpahkan air hujan. “jangan-jangan deres nih” sambil membatin dan segera  mempercepat kayuhan agar cepat sampai dirumah.

namun tak disangka hujan mulai deras .karena tak bawa tas keresek,terpaksa saya “ngiyup” . biasanya kalau bawa kresek, saya terus saja menerjang tapi kelihatannya untuk saat itu sungguh tak mungkin. beberapa menit hujan semakin deras. ada seorang pemuda yagn ada disamping saya yang pakai motor. “pakai motor saja ngiyup,apalagi saya?” sambil membatin lagi” hujanpun semakin beringas. saya hanya menyaksikan putih. karena angin yang cukup lebat. berteduh tampaknya sia-sia saja . kamipun  membalikkan badan seperti para tahanan yang di periksa, Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.